Pagi itu, Senin 8 Desember 2025, halaman Sekolah Islam Bintang Juara terasa berbeda. Udara yang biasanya dipenuhi semangat anak-anak justru tampak lebih tenang, seolah seluruh warga sekolah sedang bersiap menerima pesan penting. Dan benar saja, momen upacara kali ini membawa suasana yang begitu menyentuh hati.
Berdiri di hadapan barisan siswa, Bu Muhay selaku Pembina Upacara mengawali amanah dengan mengajak seluruh kakak shalih-shalihah merenung. Beliau mengingatkan bahwa nikmat Allah hadir dalam banyak bentuk, bahkan dalam hal-hal sederhana yang sering kita lupakan: bisa datang ke sekolah, belajar dengan gembira, dan melaksanakan upacara dalam keadaan aman serta nyaman.
“Anak-anak, di saat kalian berdiri di sini dengan seragam rapi, saudara-saudara kita di Sumatera sedang diuji dengan banjir besar. Mereka kehilangan tempat tinggal, barang berharga, bahkan sebagian harus mengungsi. Maka hari ini, mari kita jadikan rasa syukur bukan hanya ucapan… tetapi tindakan.”
Kata-kata itu membuat suasana hening seketika. Murid-murid menunduk, seolah membayangkan apa yang tengah dialami saudara-saudara mereka di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan wilayah lain yang terdampak banjir. Banyak wajah kecil yang terlihat lebih serius dari biasanya. Di belakang barisan, para guru dan PTK pun turut merasakan getaran yang sama: kesadaran akan betapa besar nikmat yang selama ini Allah titipkan.
Daftar Isi
Syukur yang Diterjemahkan Menjadi Aksi
Setelah amanah usai, Bu Muhay kembali menegaskan satu pesan penting—bahwa rasa syukur akan lebih bermakna jika diwujudkan dalam aksi nyata. Bukan sekadar merasa cukup, tetapi juga peduli dan bergotong royong membantu sesama.
Seketika, suasana upacara berubah menjadi momentum kebersamaan. Banyak siswa yang saling berbisik kecil, menanyakan apakah mereka bisa membantu, atau bagaimana mereka dapat ikut berdonasi. Semangat kepedulian itu menyebar begitu cepat, mengalir dari hati ke hati.
Bagi keluarga besar Sekolah Islam Bintang Juara, membantu bukan sekadar kewajiban sosial—tapi bentuk cinta, empati, dan ajaran iman yang sejak kecil ditanamkan.
Gerakan Donasi: Menguatkan Saudara, Meneguhkan Hati

Melalui pengumuman resmi sekolah, orang tua, siswa, dan seluruh warga sekolah diajak berpartisipasi dalam gerakan donasi untuk korban banjir Sumatera. Gerakan ini dibuka sejak 4–12 Desember 2025, sebagai bentuk kontribusi nyata untuk meringankan beban para penyintas bencana.
Donasi dapat disalurkan melalui:
BNI — 738 220 553
a.n SD Islam Bintang Juara
Donasi ini akan disalurkan kepada wilayah yang terdampak, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan daerah sekitarnya. Sekolah percaya bahwa setiap rupiah, setiap doa, dan setiap kepedulian memiliki arti besar bagi mereka yang sedang diuji.
Anak-anak pun diajak untuk memahami bahwa berbagi tidak harus menunggu dewasa. Bahkan sedekah sederhana dari tabungan kecil sekalipun dapat menjadi cahaya harapan bagi saudara-saudara mereka di Sumatera.
Satu Sekolah, Satu Hati, Satu Aksi
Kegiatan upacara pada 8 Desember ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas—tetapi juga tentang membentuk karakter, kepedulian, dan empati. Melalui amanah yang hangat dan penuh makna, seluruh warga Sekolah Islam Bintang Juara diajak untuk melihat dunia dengan hati yang lebih luas.
Bencana memang berat, tetapi tangan-tangan kecil yang terulur membantu akan membuat perjalanan pemulihan lebih ringan. Di sinilah nilai sejati dari pendidikan ditanamkan: bahwa menjadi manusia berarti menjadi bermanfaat bagi sesama.
Semoga donasi, doa, dan dukungan yang terkumpul menjadi jalan kebaikan bagi para korban banjir Sumatera, sekaligus menjadi pengingat bahwa syukur selalu indah ketika diwujudkan melalui aksi.
Mari terus menjaga empati, menebar kebaikan, dan menguatkan satu sama lain.
Karena dari kepedulian kecil kita, insyaAllah lahir kekuatan besar untuk Indonesia. ✨*** (CM-MRT)