Kajian Penguatan untuk PTK: Pendidik Berkarakter Juara Lahir dari Amanah yang Dimaknai dengan Utuh

By adminbj

Mengawali semester baru bukan hanya soal menyusun rencana pembelajaran, tetapi juga menata kembali niat dan kesiapan hati. Inilah semangat yang terasa kuat dalam Kajian Penguatan untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yayasan Dewi Sartika bertema “Memaknai Amanah sebagai Pendidik” yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2025, bertempat di Ruang Connecting SD Islam Bintang Juara.

Kajian ini menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di lingkup Sekolah Islam Bintang Juara, agar lebih siap, lebih tenang, dan lebih utuh dalam membersamai kakak shalih-shalihah di Semester 2.

Guru Sekolah Islam Bintang Juara Dimulai Harus Memiliki Mental Juara

Kajian disampaikan oleh Ustaz Dzikron, yang mengingatkan bahwa sebelum mendidik murid menjadi juara, guru-gurunya terlebih dahulu harus bermental juara. Menurut beliau, karakter juara bukan sekadar prestasi lahiriah, melainkan kondisi batin yang matang.

Salah satu ciri utama guru bermental juara adalah “sudah selesai dengan diri sendiri.”
Sebab, seseorang yang masih bergumul dengan konflik batin, emosi yang belum terkelola, atau amanah pribadi yang terabaikan, akan sulit berkontribusi secara optimal untuk orang lain.

Pendidik yang selesai dengan dirinya akan hadir lebih tenang, lebih sabar, dan lebih jernih dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak didik.

Tiga Amanah yang Tidak Boleh Dilepas oleh Pendidik

Dalam kajian ini, Ustaz Dzikron menegaskan bahwa ada tiga amanah utama yang tidak boleh dilepas oleh pendidik dan tenaga kependidikan, karena menjadi fondasi karakter dan keberkahan dalam menjalankan peran.

1. Shalat: Pilar Disiplin dan Pembentuk Karakter

Shalat bukan sekadar kewajiban personal, tetapi sarana membangun disiplin, konsistensi, dan kesadaran akan tanggung jawab. Guru yang menjaga shalatnya akan lebih terlatih mengelola waktu, emosi, dan amanah.

2. Anggota Badan: Titipan Allah yang Harus Dijaga

Tubuh adalah amanah. Pola hidup sehat—mulai dari makan yang baik, tidur cukup, hingga olahraga—menjadi bentuk tanggung jawab pendidik terhadap dirinya sendiri. Guru yang sehat secara fisik akan lebih optimal dalam melayani dan membersamai murid.

3. Al-Qur’an: Penjaga Ruhiyah dan Sumber Ketenangan

Al-Qur’an menjaga ruhiyah agar pendidik selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap lini kehidupan. Dengan ruhiyah yang terjaga, guru dapat mendampingi anak didik dengan hati yang lebih tenang, lapang, dan penuh kasih.

Menjadi Pendidik yang Hadir Secara Utuh

Kajian ini tidak hanya menguatkan secara spiritual, tetapi juga menegaskan bahwa peran pendidik adalah amanah besar yang menuntut kesiapan lahir dan batin. Ketika shalat terjaga, tubuh dirawat, dan Al-Qur’an dibumikan dalam kehidupan sehari-hari, maka pendidik akan hadir secara utuh—bukan sekadar mengajar, tetapi mendidik dengan keteladanan.

Inilah bekal penting untuk menyambut Semester 2, agar ibu dan bapak guru serta tenaga kependidikan lebih siap, lebih tenang, dan lebih ikhlas dalam membersamai perjalanan belajar kakak shalih-shalihah.

Menguatkan Guru, Menyiapkan Generasi Calon Pemimpin Muslim

Kajian Penguatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Yayasan Dewi Sartika dan Sekolah Islam Bintang Juara untuk terus menumbuhkan ekosistem pendidikan yang sehat—dimulai dari para pendidiknya. Karena guru yang kuat secara ruhiyah, fisik, dan mental akan melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Sebab sejatinya, pendidikan terbaik lahir dari pendidik yang memaknai amanahnya dengan utuh—sebagai jalan ibadah, kontribusi, dan kebermanfaatan.***

Leave a Comment