Bulan Dzulhijjah selalu membawa suasana yang berbeda. Di berbagai sudut kota, gema takbir mulai terdengar. Anak-anak melihat hewan kurban di masjid, keluarga mulai membicarakan Iduladha, dan hati umat Islam perlahan diajak kembali mendekat kepada Allah SWT.
Namun sering kali, kemeriahan Iduladha membuat kita lupa bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah salah satu hari terbaik dalam Islam. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut amal saleh pada hari-hari tersebut sangat dicintai Allah SWT.
Inilah momen istimewa yang sayang jika hanya berlalu begitu saja.
Bagi orang tua dan pendidik, bulan Dzulhijjah juga menjadi kesempatan emas untuk mengenalkan nilai ibadah, pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian kepada anak-anak sejak dini.
Daftar Isi
Mengapa Bulan Dzulhijjah Sangat Istimewa?
Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Pada bulan inilah umat Islam melaksanakan ibadah haji dan merayakan Hari Raya Iduladha.
Allah SWT bahkan bersumpah atas kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dalam Al-Qur’an:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
Sebagian besar ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)
Artinya, ibadah sederhana sekalipun akan memiliki nilai yang luar biasa jika dilakukan pada hari-hari tersebut dengan penuh keikhlasan.
Amalan-Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah
Karena keutamaan bulan Dzulhijjah sangat banyak, maka berikut ini amalan-amalan yang dianjurkan dilakukan di bulan ini:
1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Salah satu amalan utama di bulan Dzulhijjah adalah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
Kalimat seperti:
- Subhanallah
- Alhamdulillah
- Laa ilaaha illallah
- Allahu Akbar
sangat dianjurkan untuk diperbanyak, terutama pada 10 hari pertama Dzulhijjah.
Takbir juga menjadi syiar yang begitu khas menjelang Iduladha. Anak-anak dapat diajak menghafal dan melantunkan takbir bersama agar mereka merasakan semangat hari besar Islam dengan lebih bermakna.
2. Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah
Puasa pada awal bulan Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan, khususnya pada tanggal 9 Dzulhijjah atau yang dikenal sebagai Puasa Arafah.
Keutamaan puasa Arafah sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)
Bagi anak-anak, orang tua dapat mulai mengenalkan puasa secara bertahap sesuai usia dan kemampuan mereka. Tidak harus penuh seharian, tetapi bisa dimulai dengan latihan puasa beberapa jam agar tumbuh kecintaan terhadap ibadah.
3. Memperbanyak Sedekah
Dzulhijjah juga menjadi waktu terbaik untuk menanam amal kebaikan, salah satunya melalui sedekah.
Sedekah tidak selalu berupa uang dalam jumlah besar. Membagikan makanan, membantu teman, memberi hadiah kecil, atau berbagi kepada tetangga juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai pahala.
Anak-anak dapat diajak belajar berbagi sejak dini agar tumbuh rasa empati dan kepedulian sosial.
4. Membaca Al-Qur’an dan Memperbanyak Doa
Hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah sebaiknya diisi dengan memperbanyak interaksi bersama Al-Qur’an.
Membaca beberapa ayat setiap hari, murojaah hafalan, atau mendengarkan murattal bersama keluarga bisa menjadi aktivitas sederhana namun penuh keberkahan.
Selain itu, jangan lupa memperbanyak doa. Karena hari-hari terbaik adalah waktu yang sangat baik untuk memohon ampunan, keberkahan, kesehatan, dan kebaikan dunia akhirat.
5. Berkurban bagi yang Mampu
Ibadah kurban menjadi salah satu syiar utama di bulan Dzulhijjah.
Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga simbol ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang pengorbanan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap perintah Allah.
Melibatkan anak-anak dalam proses memilih hewan kurban, melihat pembagian daging, hingga berbagi kepada masyarakat dapat menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga.
6. Menjaga Akhlak dan Memperbanyak Amal Saleh
Selain ibadah ritual, Dzulhijjah juga menjadi momen memperbaiki diri.
Hal-hal sederhana seperti:
- berkata baik,
- membantu orang tua,
- menjaga adab,
- tidak mudah marah,
- dan menjaga shalat tepat waktu,
termasuk amal saleh yang dicintai Allah SWT.
Kadang, perubahan besar justru dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Mengajarkan Makna Dzulhijjah kepada Anak
Bagi anak-anak, Dzulhijjah bukan hanya tentang libur atau melihat hewan kurban. Ini adalah kesempatan mengenalkan nilai Islam secara menyenangkan dan membekas.
Orang tua dan guru dapat mengajak anak:
- membuat jadwal amal harian,
- menabung sedekah,
- belajar takbir,
- mendengarkan kisah Nabi Ibrahim,
- hingga membuat proyek sederhana bertema Iduladha.
Dengan cara yang hangat dan menyenangkan, anak akan memahami bahwa Islam bukan hanya teori, tetapi hadir dalam keseharian.
Jadikan Dzulhijjah sebagai Momen Bertumbuh
Bulan Dzulhijjah mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah tidak selalu harus dimulai dengan hal besar. Justru dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas, hati perlahan menjadi lebih tenang dan dekat dengan kebaikan.
Di tengah kesibukan dunia digital dan aktivitas harian yang padat, Dzulhijjah hadir sebagai pengingat untuk kembali menata hati, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal terbaik.
Semoga Allah SWT memudahkan kita dan keluarga untuk mengisi bulan Dzulhijjah dengan ibadah, keberkahan, serta amal-amal yang dicintai-Nya.*** (CM-MRT)
Sumber:
- https://nu.or.id/syariah/7-amalan-di-bulan-dzulhijjah-dan-dalilnya-wu4jj
- https://dppai.uii.ac.id/amalan-shaleh-di-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah/
- https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/lainnya/keutamaan-bulan-dzulhijjah
- https://ddjabar.org/2026/05/13/sambut-kemuliaan-bulan-dzulhijjah-dengan-10-amalan-penuh-berkah/