Sunnah Idulfitri yang Sering Terlewat, Padahal Pahalanya Besar

By adminbj

Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, tibalah hari yang sangat dinantikan oleh umat Islam: Idulfitri. Suasana pagi terasa berbeda. Takbir berkumandang di berbagai penjuru, rumah-rumah mulai dipenuhi aroma makanan khas lebaran, dan hati dipenuhi rasa syukur.

Namun Idulfitri bukan sekadar hari untuk berkumpul bersama keluarga atau menikmati hidangan istimewa. Dalam Islam, hari raya ini juga memiliki berbagai sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Apakah Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah sudah mengetahui apa sajakah sunnah-sunnah Idulfitri tersebut?

Berkenalan dengan Sunnah-sunnah Idulfitri

Sunnah-sunnah ini menjadi cara untuk menyempurnakan kebahagiaan Idulfitri sekaligus menambah pahala setelah Ramadan.

Sayangnya, sebagian dari sunnah ini sering kali terlewat karena kesibukan atau kurangnya pengetahuan. Padahal, jika dilakukan dengan penuh kesadaran, sunnah-sunnah tersebut dapat menjadikan hari raya lebih bermakna.

1. Mengumandangkan Takbir

Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan menjelang Idulfitri adalah mengumandangkan takbir.

Takbir dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam Idulfitri hingga sebelum pelaksanaan salat Id. Ucapan takbir yang berulang menjadi bentuk pengagungan kepada Allah setelah berhasil menjalani ibadah puasa Ramadan.

Takbir bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk ungkapan syukur atas nikmat yang telah Allah berikan selama bulan suci.

2. Mandi Sebelum Salat Id

Rasulullah ﷺ juga mencontohkan untuk mandi sebelum melaksanakan salat Idulfitri.

Mandi ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan menyambut hari raya dengan kondisi terbaik. Selain mandi, umat Islam juga dianjurkan memakai pakaian yang bersih dan rapi sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam.

Hari raya menjadi momen yang indah ketika setiap orang datang ke tempat salat dengan wajah cerah dan hati yang bersih.

3. Memakai Pakaian Terbaik

Pada hari Idulfitri, Rasulullah ﷺ biasa mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya.

Ini bukan berarti harus membeli pakaian baru setiap tahun, tetapi mengenakan pakaian yang bersih, rapi, dan pantas. Sunnah ini mengajarkan bahwa hari raya adalah momen istimewa yang patut disambut dengan penuh kegembiraan.

Pakaian yang baik juga mencerminkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

4. Makan Sebelum Salat Idulfitri

Berbeda dengan Iduladha, Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Idulfitri.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah biasanya memakan kurma dengan jumlah ganjil sebelum berangkat menuju tempat salat.

Amalan ini menjadi simbol bahwa puasa Ramadan telah selesai, dan umat Islam diperbolehkan kembali menikmati makanan dengan penuh rasa syukur.

5. Berjalan Menuju Tempat Salat

Salah satu sunnah yang juga diajarkan Rasulullah ﷺ adalah berjalan kaki menuju tempat salat Id, jika memungkinkan.

Selain itu, Rasulullah juga mencontohkan untuk melalui jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari tempat salat. Para ulama menjelaskan bahwa hikmah dari sunnah ini antara lain untuk memperbanyak syiar Islam serta mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

6. Melaksanakan Salat Idulfitri

Puncak dari perayaan Idulfitri adalah salat Idulfitri yang dilaksanakan secara berjamaah.

Salat ini biasanya dilakukan di masjid atau lapangan terbuka agar umat Islam dapat berkumpul bersama. Setelah salat, biasanya dilanjutkan dengan khutbah yang berisi nasihat dan pengingat agar umat Islam tetap menjaga kebaikan yang telah dilatih selama Ramadan.

Momen ini juga memperlihatkan keindahan persaudaraan umat Islam yang berkumpul tanpa memandang status sosial.

7. Saling Memaafkan dan Menyambung Silaturahmi

Salah satu tradisi yang sangat kuat di masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia, adalah saling memaafkan.

Meskipun tidak secara khusus disebutkan sebagai sunnah dalam hadis, nilai memaafkan dan mempererat silaturahmi sangat dianjurkan dalam Islam. Idulfitri menjadi momen yang tepat untuk membuka lembaran baru dengan hati yang bersih.

Mengunjungi keluarga, tetangga, dan sahabat menjadi cara untuk memperkuat hubungan dan menumbuhkan kembali rasa persaudaraan.

Apabila jarak menjadi hambatan, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah bisa mengirim kartu lebaran atau melakukan video call.

Menjadikan Idulfitri Lebih Bermakna

Idulfitri bukan sekadar perayaan setelah Ramadan, tetapi juga momen refleksi dan rasa syukur atas kesempatan beribadah selama satu bulan penuh.

Dengan menjalankan sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, mulai dari mengumandangkan takbir, mandi, memakai pakaian terbaik, makan sebelum salat, hingga mempererat silaturahmi, hari raya menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan.

Semoga kita dapat merayakan Idulfitri dengan hati yang bersih, penuh syukur, dan tetap menjaga kebaikan yang telah dilatih selama Ramadan.

Karena sejatinya, Idulfitri bukan hanya tentang kembali ke rumah, tetapi kembali kepada fitrah—hati yang lebih dekat kepada Allah dan lebih lembut kepada sesama.*** (CM-MRT)

Leave a Comment