Suasana berbeda terasa di lingkungan Sekolah Islam Bintang Juara pada Senin, 22 Juni 2026. Setelah satu tahun penuh mendampingi tumbuh kembang anak-anak, para guru dan tenaga kependidikan berkumpul dalam kegiatan Upgrading & Pemberian Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Kinerja Terbaik Tahun 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran. Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang refleksi, penguatan nilai, sekaligus momentum untuk menyiapkan energi baru dalam menyambut tahun ajaran berikutnya.
Mengusung semangat “Mengokohkan Sinergi, Meneguhkan Amanah“, seluruh peserta diajak kembali mengingat alasan terbesar mengapa mereka memilih jalan pengabdian sebagai pendidik.
Daftar Isi
- 1 Mengawali Hari dengan Energi Positif
- 2 Bekal Guru Menyambut Tahun Ajaran Baru: Leadership & Culture Building
- 3 Menyambut Keluarga Baru Bintang Juara
- 4 Apresiasi untuk Mereka yang Menginspirasi
- 4.1 Wali Kelas Kinerja Terbaik
- 4.2 Guru Pendamping Kinerja Terbaik
- 4.3 Guru Mata Pelajaran & Mengaji Kinerja Terbaik
- 4.4 Tenaga Kependidikan Kinerja Terbaik
- 4.5 Tenaga Kebersihan & Tim Dapur Kinerja Terbaik
- 4.6 Tim Media Kinerja Terbaik
- 4.7 Manajemen Kinerja Terbaik
- 4.8 Kepala Sekolah Kinerja Terbaik dan Terinspiratif
- 5 Menutup Tahun dengan Syukur, Membuka Tahun dengan Semangat
Mengawali Hari dengan Energi Positif
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama Coach Arya di lapangan olahraga. Gelak tawa dan semangat peserta memenuhi area kegiatan. Setelah berbulan-bulan berkutat dengan administrasi, pembelajaran, asesmen, dan berbagai aktivitas sekolah, sesi olahraga bersama menjadi penyegar fisik sekaligus mental.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di ruang kelas 4-6 SD Islam Bintang Juara dengan Doa Pagi, menyanyikan Indonesia Raya, serta Mars Sekolah Islam Bintang Juara yang selalu menjadi pengingat akan visi besar sekolah dalam mendidik generasi berkarakter.
Namun inti kegiatan hari itu bukanlah pada kemeriahannya, melainkan pada pesan-pesan bermakna yang disampaikan para narasumber.
Bekal Guru Menyambut Tahun Ajaran Baru: Leadership & Culture Building
Tibalah pada sesi inti yaitu materi upgrading dari Yayasan Dewi Sartika. Sesi ini dibagi menjadi dua:
Mengokohkan Amanah melalui Spiritualitas
Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Esmi Warassih Pujirahayu, S.H., M.S., Dewan Pembina Yayasan Dewi Sartika.
Dalam pemaparannya, Eyang Esmi mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk kembali memahami hakikat kehidupan dan pekerjaan yang dijalani setiap hari.
Beliau mengingatkan bahwa ilmu tidak hanya diperoleh melalui kecerdasan, tetapi juga melalui hati yang bersih.
“Untuk mendapatkan ilmu, hati harus bersih. Karena itu penting memperbanyak istighfar dan membersihkan diri dari hal-hal negatif.”
Menurut beliau, mencari ilmu merupakan salah satu jalan menuju surga. Oleh karena itu, guru tidak boleh berhenti belajar dan memperbaiki diri.

Segitiga Kehidupan: Individu, Masyarakat, dan Spiritualitas
Eyang Esmi kemudian menggambarkan sebuah segitiga yang terdiri dari tiga unsur penting:
- Religion atau spiritualitas
- Pemerintah
- Masyarakat
Manusia berada di dalam segitiga tersebut. Artinya, setiap individu selalu dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan berbagai dinamika kehidupan.
Karena itulah spiritualitas harus menjadi kompas utama dalam menjalani kehidupan.
Sebagai muslim, tujuan hidup manusia telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Adz-Dzariyat ayat 56, yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang bernilai ibadah.
Guru Harus Menjadi Teladan
Eyang Esmi juga mengajak seluruh peserta untuk meneladani karakter Rasulullah SAW melalui nilai-nilai:
- Fathonah (cerdas)
- Amanah (dapat dipercaya)
- Tabligh (menyampaikan kebaikan)
- Shiddiq (jujur)
Karakter tersebut dibangun melalui proses belajar yang tidak pernah berhenti, membangun komunitas yang baik, serta memilih lingkungan yang mendukung pertumbuhan diri.
Beliau menegaskan bahwa tugas manusia hanyalah mengajak kepada kebaikan, sedangkan hidayah merupakan hak Allah SWT.
Menutup materinya, Eyang Esmi berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan Sekolah Islam Bintang Juara senantiasa diberikan kelapangan hati dan keluasan berpikir dalam menjalankan amanah pendidikan.
Menjadi Guru yang Berdampak
Sesi berikutnya disampaikan oleh Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog atau yang akrab disapa Bunda Vivi Psikolog, Ketua Yayasan Dewi Sartika.
Beliau membuka sesi dengan sebuah kalimat sederhana namun menguatkan:
“Yakinlah bahwa selalu ada kebaikan dari Allah SWT.”
Menurut Bunda Vivi, menjadi guru yang berdampak berarti menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Mendidik Layaknya Membangun Sebuah Bangunan
Beliau mengibaratkan proses pendidikan seperti membangun sebuah rumah. Sebelum mendirikan bangunan yang kokoh, diperlukan desain yang matang, pondasi yang kuat, serta bahan-bahan terbaik.
Demikian pula dalam mendidik anak. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membimbing, mengarahkan, dan membantu membentuk karakter anak.
Salah satu tugas penting guru adalah menanamkan rasa hormat kepada:
- Orang tua
- Guru
- Pemimpin
Ketika anak menghadapi kesulitan atau mengeluh terhadap orang tua maupun gurunya, guru perlu membantu mereka melihat sisi baik yang masih dimiliki orang-orang tersebut.

Filosofi Bintang Juara
Dalam kesempatan ini, Bunda Vivi Psikolog kembali mengingatkan filosofi besar yang menjadi identitas sekolah.
Bintang melambangkan potensi dan fitrah yang Allah SWT titipkan kepada setiap anak. Sedangkan Juara merupakan harapan yang harus diperjuangkan dan dikuatkan dengan doa.
Karena itu, tugas guru adalah membantu setiap anak menemukan “bintangnya” masing-masing agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang unggul.
Memahami Tahap Perkembangan Anak
Sebagai pengingat bagi seluruh guru, Bunda Vivi kembali menjelaskan empat tahap perkembangan sel otak anak.
- Usia 0–2 Tahun: Masa membangun pondasi.
- Usia > 2–7 Tahun: Masa membangun struktur di atas pondasi.
- Usia > 7–11 Tahun: Masa membangun dinding dan atap.
- Usia > 11–18 Tahun: Masa finishing.
Dua tahap awal berfokus pada pembentukan ketangguhan dan kontrol diri. Sedangkan dua tahap berikutnya diarahkan untuk membangun kecerdasan, kebermanfaatan, serta akhlakul karimah.
Dalam mendampingi anak, guru juga perlu menguatkan tiga aspek penting yang dikenal sebagai 3 K-Si, yaitu:
- Kelekatan Emosi
- Komunikasi
- Konsistensi
Ketiga hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik.
Tak lupa, Bunda Vivi Psikolog juga mengajak para guru untuk recalling materi lima kontinum pijakan.
Belajar Mengelola Emosi Secukupnya
Pesan lain yang sangat membekas dalam sesi ini adalah pentingnya mengelola emosi secara proporsional.
“Sedih secukupnya, marah secukupnya, sebel secukupnya.”
Ketika terjadi konflik atau perbedaan pendapat, yang perlu dikoreksi adalah perilakunya, bukan membenci orangnya.
Demikian pula ketika melakukan kesalahan. Guru tidak boleh terus-menerus menyalahkan diri sendiri hingga kehilangan kepercayaan diri. Namun di sisi lain, tidak boleh pula merasa paling benar dan paling pintar.
Sikap seimbang inilah yang menjadi bagian dari proses pendewasaan seorang pendidik. Karena guru yang mampu mengelola emosi dengan baik, akan menumbuhkan murid-murid dengan regulasi emosi yang baik pula.
Menyambut Keluarga Baru Bintang Juara
Momen istimewa lainnya adalah sesi perkenalan 13 guru baru yang bergabung di Sekolah Islam Bintang Juara.
Mereka insyaAllah akan ditempatkan di berbagai bidang, mulai dari:
- Guru Wali Kelas
- Guru Pendamping
- Guru Bahasa Inggris
- Guru Bahasa Jawa
- Guru Mengaji
Kehadiran para guru baru diharapkan semakin memperkuat layanan pendidikan dan memberikan warna baru bagi keluarga besar Bintang Juara.
Apresiasi untuk Mereka yang Menginspirasi
Salah satu bagian paling ditunggu dalam kegiatan ini adalah pemberian penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan dengan kinerja terbaik.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, keteladanan, dan kontribusi yang telah diberikan selama satu tahun terakhir.
Wali Kelas Kinerja Terbaik
- Unit Baby Toddler: Miss Arin
- Unit KB-TK: Miss Nurul
- SD Kelas Rendah: Bu Izza
- SD Kelas Tinggi: Bu Fia
Guru Pendamping Kinerja Terbaik
- Unit Baby Toddler: Miss Dwi
- Unit KB-TK: Miss Aisah
- Unit SD: Bu Aura
Guru Mata Pelajaran & Mengaji Kinerja Terbaik
- Pak Amir (Guru Informatika)
- Guru Mengaji PAUD: Miss Alfi
- Guru Mengaji SD: Bu Laila
Tenaga Kependidikan Kinerja Terbaik
- PAUD: Miss Rumi dan Miss Ani
- SD: Bu Ica
Tenaga Kebersihan & Tim Dapur Kinerja Terbaik
- PAUD: Bu Mun
- SD: Bu Riyanti
- Tim Dapur: Miss Nur
Tim Media Kinerja Terbaik
- Bu Marita
- Bu Anggi
Manajemen Kinerja Terbaik
- Bu Siti
- Bu Nawang
Kepala Sekolah Kinerja Terbaik dan Terinspiratif
- Bu Ni’mah (Kepala SD Islam Bintang Juara)
Penghargaan paling spesial diberikan kepada Miss Fitri sebagai guru dan tenaga kependidikan dengan masa bakti terlama. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi belasan tahun bergabung di PAUD Islam BIntang Juara, beliau mendapatkan hadiah berupa tabungan umrah.

Menutup Tahun dengan Syukur, Membuka Tahun dengan Semangat
Selain apresiasi individu, SD Islam Bintang Juara juga memberikan penghargaan kepada kelas-kelas yang paling aktif mendokumentasikan kegiatan sepanjang tahun, yaitu:
- Kelas 1A
- Kelas 1B
- Kelas 2A
- Kelas 3A
- Kelas 4B
Sementara penghargaan pencapaian jilid mengaji tertinggi diberikan kepada Bu Linda dan Bu Novi.
Kegiatan Upgrading dan Apresiasi Guru & Tenaga Kependidikan 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya dibangun oleh kurikulum dan fasilitas, tetapi juga oleh hati-hati yang terus belajar, berbenah, dan berjuang.
Semoga seluruh guru dan tenaga kependidikan Sekolah Islam Bintang Juara senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga amanah, mengokohkan sinergi, dan menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi generasi masa depan. Karena di balik setiap anak hebat, selalu ada guru-guru yang tak lelah menyalakan cahaya.***