Sebelum Menguatkan Bacaan Al-Qur’an Anak, Ayah Bunda Perlu Menguatkannya Dulu

By adminbj

Ketika berbicara tentang pendidikan Al-Qur’an anak, perhatian sering kali tertuju pada bagaimana anak belajar membaca dengan baik dan benar. Padahal, ada satu hal yang tidak kalah penting: siapa yang menjadi teladan anak dalam mencintai dan mempelajari Al-Qur’an?

Jawabannya adalah orang-orang terdekatnya, terutama Ayah dan Bunda.

Anak tidak hanya belajar melalui nasihat. Mereka juga belajar melalui apa yang mereka lihat setiap hari. Ketika anak melihat orang tuanya meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, berusaha memperbaiki bacaan, dan tetap semangat belajar meskipun belum sempurna, anak mendapatkan pesan yang kuat: belajar Al-Qur’an adalah bagian dari kehidupan, bukan sekadar tugas sekolah.

Karena itu, sebelum menguatkan bacaan Al-Qur’an anak, Ayah dan Bunda juga perlu terus menguatkan bacaan Al-Qur’an diri sendiri.

Di sinilah pentingnya menghadirkan ruang belajar yang memungkinkan orang tua bertumbuh bersama.

Belajar Al-Qur’an Tidak Mengenal Batas Usia

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Kesempatan untuk belajar kembali, mengulang tajwid, memperbaiki makhraj, maupun melatih kelancaran membaca selalu terbuka.

Melalui Kelas Tahsin Dewasa, Sekolah Islam Bintang Juara menghadirkan kesempatan bagi Ayah dan Bunda untuk belajar Al-Qur’an bersama dengan bimbingan tim guru mengaji.

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pendidikan di sekolah dan pembiasaan di rumah. Sebab, pembelajaran Al-Qur’an akan semakin kuat ketika anak mendapatkan lingkungan yang mendukung, baik di sekolah maupun di keluarga. Program tahsin orang tua di Bintang Juara sebelumnya juga diarahkan pada perbaikan makhraj, tajwid, kelancaran bacaan, sekaligus membangun keteladanan orang tua bagi anak.

Ayah Bunda Belajar, Anak Melihat Teladan

Bayangkan sebuah pagi ketika anak datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Sementara itu, Ayah dan Bunda tidak sekadar menunggu waktu pulang.

Mereka mengambil kesempatan untuk belajar.

Membuka mushaf, atau buku jilid Qiraaty. Menyimak penjelasan guru. Berlatih membaca. Mendengarkan koreksi. Kemudian mencoba kembali.

Sederhana, tetapi memiliki pesan pendidikan yang begitu kuat.

Anak dapat melihat bahwa Ayah dan Bunda pun seorang pembelajar.

Ketika orang tua tidak malu untuk mengatakan, “Bacaan Ayah masih perlu diperbaiki,” atau “Bunda masih belajar tajwid,” anak belajar bahwa menjadi pembelajar bukan sesuatu yang memalukan. Justru, terus memperbaiki diri merupakan bagian dari perjalanan kehidupan.

Inilah keteladanan yang sering kali lebih mudah ditangkap anak daripada nasihat panjang.

Kelas Tahsin Dewasa di Sekolah Islam Bintang Juara

Kelas Tahsin Dewasa dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 08.00 dan dibimbing oleh tim guru mengaji Sekolah Islam Bintang Juara.

Waktu tersebut menjadi kesempatan bagi Ayah dan Bunda untuk mengisi akhir pekan dengan aktivitas yang bermakna. Sementara anak-anak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, Ayah dan Bunda dapat memanfaatkan waktu dengan mengikuti pembelajaran tahsin.

Dengan demikian, waktu menunggu anak di sekolah tidak harus berlalu begitu saja. Justru, dapat menjadi waktu untuk bertumbuh bersama dalam kebaikan.

Program seperti ini juga menjadi bentuk nyata kemitraan antara sekolah dan keluarga. Pendidikan tidak berhenti ketika anak meninggalkan ruang kelas, tetapi berlanjut melalui kebiasaan dan keteladanan yang dibangun di rumah. Kolaborasi sekolah dan orang tua memang menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna di Sekolah Islam Bintang Juara.

Mengapa Orang Tua Perlu Belajar Tahsin?

Ada beberapa alasan mengapa Ayah dan Bunda perlu memberikan perhatian pada kemampuan membaca Al-Qur’an.

1. Memperbaiki bacaan diri sendiri

Belajar tahsin memberikan kesempatan untuk mengenali dan memperbaiki kesalahan dalam membaca Al-Qur’an, mulai dari makhraj huruf, tajwid, hingga kelancaran membaca.

2. Menjadi contoh nyata bagi anak

Anak akan melihat bahwa belajar Al-Qur’an bukan hanya aktivitas yang dilakukan ketika mendapat tugas dari sekolah. Orang tua pun memiliki komitmen untuk terus belajar.

3. Membangun budaya belajar di rumah

Ketika orang tua dekat dengan Al-Qur’an, suasana rumah pun dapat menjadi lebih mendukung bagi tumbuhnya kebiasaan Qur’ani. Anak memiliki lingkungan yang mendorong mereka untuk mencintai Al-Qur’an.

4. Menyamakan langkah antara sekolah dan rumah

Pembelajaran anak akan lebih optimal ketika sekolah dan orang tua memiliki semangat yang sama. Orang tua dapat memahami pentingnya bacaan yang baik sekaligus mendampingi anak dengan lebih percaya diri.

Bukan Menunggu Bacaan Sempurna untuk Mulai

Terkadang, orang tua merasa ragu mengikuti kelas mengaji karena merasa bacaannya belum lancar. Padahal, justru karena masih ingin memperbaiki bacaanlah kita perlu belajar.

Kelas tahsin bukan ruang untuk menunjukkan siapa yang paling lancar membaca. Ini adalah ruang untuk belajar, berlatih, menerima koreksi, dan bertumbuh bersama.

Sebagaimana pembelajaran Al-Qur’an untuk anak membutuhkan proses, orang dewasa pun membutuhkan proses. Tidak perlu menunggu merasa mampu untuk mulai belajar.

Sebab, teladan terbaik bukanlah orang tua yang tidak pernah salah, melainkan orang tua yang mau terus belajar dan memperbaiki diri.

Menguatkan Anak Dimulai dari Menguatkan Diri

Pendidikan Al-Qur’an pada anak bukan hanya tentang seberapa banyak ayat yang mampu mereka baca atau hafalkan. Lebih dari itu, ada nilai cinta kepada Al-Qur’an yang perlu ditumbuhkan dalam keseharian.

Dan salah satu cara paling sederhana untuk menumbuhkannya adalah dengan memperlihatkan kepada anak bahwa orang tuanya juga mencintai proses belajar Al-Qur’an.

Ayah Bunda belajar, anak melihat.
Ayah Bunda membiasakan, anak meneladani.
Ayah Bunda mencintai Al-Qur’an, anak belajar mengenal cinta yang sama.

Mari manfaatkan waktu setiap Sabtu pukul 08.00 untuk terus bertumbuh bersama. Saat anak mengikuti ekstrakurikuler, Ayah dan Bunda dapat mengisi waktu dengan Kelas Tahsin Dewasa, dibimbing oleh tim guru mengaji Sekolah Islam Bintang Juara.

Karena sebelum mengajarkan Al-Qur’an kepada anak, mari kita terlebih dahulu menjadi teladan yang terus belajar.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang program ini, Ayah dan Bunda dapat membaca artikel Kelas Tahsin Dewasa di Sekolah Islam Bintang Juara

Leave a Comment